Arti Kemandirian menurut Fayakhun Andriadi



Sebentar lagi Bangsa Indonesia akan memperingati kemerdekaannya yang ke-77. Banyak hal baik yang sudah kita capai dan sudah selayaknya kita syukuri. Beberapa hal masih perlu kita benahi. Fayakhun Andriadi, anggoa DPR RI Fraksi Partai Golkar dari dapil DKI Jakarta pernah mengulas secara luas mengenai pentingnya arti kemandirian bagi bangsa yang telah berusia lebih dari setengah abad ini.
Tema kemandirian memang penting bagi negara yang telah merdeka. Karena, keutamaan dari bangsa yang merdeka adalah kewenangannya untuk mengatur urusan rumah tangga di dalam negaranya sendiri. Apa artinya menadi sebuah negara yang merdeka jika tidak diikuti dengan kewenangan dan kemampuan untuk mengatur diri sendiri.
Meskipun demikian, FayakhunAndriadi memperingatkan agar kemandirian jangan dipahami dalam paradigma yang sempit yaitu kesendirian (keterisolasian). Independensi (kemerdekaan atau kemandirian) bukan berarti ketidakbutuhan sebuah negara pada negara lain, melainkan ketidak-bergantungan pada negara lain. Dalam kancah global seperti sekarang, mustahil sebuah negara bisa berdiri sendiri tanpa keterhubungan (relasi) dengan negara lain. Interdependensi adalah kunci jawaban masa depan.
Kemandirian adalah satu sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi berbagai masalah demi mencapai satu tujuan, tanpa menutup diri terhadap berbagai kemungkinan kerjasama yang saling menguntungkan. Karena itu, sangat tidak tepat jika kemandirian bangsa dipahami sebagai hidup sendiri, tidak membangun koneksi dengan negara lain.
Kemandirian adalah kemampuan untuk memberdayakan potensi yang dimiliki untuk menjadi negara yang kompetitif di kancah global. Interkoneksi tetap dijalin, tapi tidak dalam konteks bergantung pada negara lain. Networking tetap dirajut, tapi bukan dalam posisi menggantungkan nasib pada negara lain. Semua bentuk kerjasama dijalin secara setara, saling menguntungkan, dan adil. Inilah makna kemandirian dalam tata dunia di masa depan.
Kemandirian politik Indonesia memiliki beberapa aspek: hubungan bilateral, regional, dan internasional. Mandiri secara politik mencakup ketiganya secara integral. Indonesia bebas menentukan mitra bilateral politik. Bebas berkiprah di ranah regional tanpa terikat pada beban politik tertentu. Dan bebas menentukan arah kebijakan politik internasional sesuai blueprint kenegaraan-kebangsaan kita: bebas-aktif. Bebas dari blok politik, tapi aktif menyemai perdamaian.
Bentuk-bentuk kemandirian dalam bidang politik seperti tersebut di atas sudah dirintis semenjak zaman pemerintahan awal Indonesia. Ir Sukarno, presiden Indonesia waktu itu pernah menginisiasi beberapa bentuk organisasi dan pertemuan yang menegaskan bentuk kemandirian Indonesia sebagai sebuah bangsa melalui Gerakan Non Blok dan beberapa organisasi lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fayakhun Andriadi, Politik yang Amanah